Biaya Berobat di Luar Negeri

Kita semua tahu bahwa biaya berobat tidaklah murah, apalagi di luar negeri. Sama seperti halnya kita mengetahui harga mobil, gadget, ataupun aksesoris favorit kita, penting juga bagi kita untuk mengetahui berapa persisnya dana yang dibutuhkan untuk menghadapi resiko berobat tersebut.

"Biaya berobat bisa mencapai 30 Milyar? Tadinya saya tidak percaya, tapi setelah membaca penjelasannya, saya jadi paham. Celine Dion saja sampai jual rumah untuk pengobatan suaminya. Untuk beberapa kasus spesial bahkan bisa lebih."  

-Rudi, General Manager

Menurut survey AON Hewitt, lebih dari 50% pasien internasional dari Asia melakukan pengobatan kanker. Rata-rata pengeluaran untuk obat kanker yang dilaporkan oleh riset ASCO (American Society of Clinical Oncology) mencapai USD 10,000 per bulan dan ini hanya merupakan 24% dari total biaya pengobatan kanker (lihat Harga Obat Kanker untuk berbagai variasi harga obat kanker 2016).

Pasien juga harus mempersiapkan sekitar USD 22,500 untuk membayar fasilitas rumah sakit serta rawat jalan. Selain itu, untuk jasa dokter yang bersangkutan, pasien juga mengeluarkan rata-rata USD 9,167.

Untuk satu bulan pengobatan kanker, rata-rata biaya yang dikeluarkan adalah USD 41,667. Kalau pasien berobat selama satu tahun penuh, biaya yang dikeluarkan adalah sekitar USD 500,000 atau kira-kira Rp 6.5 Milyar.

Perlu diingat, karena ini merupakan angka rata-rata, maka biaya yang dikeluarkan bisa saja lebih kecil atau bahkan lebih besar daripada Rp 6.5 Milyar.

Di Singapura misalnya, seorang anak laki-laki bernama Joel Lim membutuhkan obat seharga USD 178,000 atau Rp 2.3 Milyar untuk penyakit leukemianya.

Ada pula obat yang dapat memperpanjang usia pasien kanker payudara stadium IV dengan harga sekitar Rp 1.5 Milyar.

Suatu hari nanti, jika dibutuhkan, saya ingin dapat berobat di luar negeri. Bagaimana saya dapat mempersiapkan biayanya kelak?

Menurut laporan WHO, di tahun 2020 kelak diperkirakan tiga perempat kematian di negara berkembang disebabkan oleh penyakit kritis. Jadi, Anda sudah sangat bijaksana jika telah memikirkan kemungkinan dan persiapan untuk suatu hari nanti berobat ke luar negeri.

Pertama-tama, Anda perlu memperkirakan berapa biaya yang diperlukan untuk berobat di luar negeri di masa depan. Inflasi tarif medis secara internasional mencapai 8% menurut perusahaan konsultan Willis Tower Watson. Maka biaya Rp 6.5 Milyar tadi dalam 20 tahun lagi akan menjadi Rp 30.3 Milyar.

Setelah Anda mengetahui berapa biaya yang diperlukan untuk berobat di luar negeri di masa depan, langkah berikutnya cukup mudah. Anda perlu sesegera mungkin mengambil asuransi yang memiliki batas klaim atau limit tahunan di atas Rp 30 Milyar. Mengapa sesegera mungkin? Karena Anda tidak tahu kapan Anda akan memerlukan perawatan kesehatan di luar negeri. Perlu diingat bahwa tidak ada perusahaan asuransi yang mau menerima nasabah yang sudah pernah sakit kritis sebelumnya.